SELARAS.CO.ID — Ajang lari Soekarno Run BWX 2026 di Kabupaten Banyuwangi diikuti atlet dari berbagai provinsi, termasuk pelari cilik usia 6 tahun. Event ini menjadi panggung kompetisi sekaligus kampanye pola hidup sehat sejak dini.
Panitia menyiapkan rute yang dinilai kondusif, meski tetap memberikan tantangan kecepatan bagi peserta. Sepanjang jalur, suasana kompetisi terasa meriah.
Pelari Banjarmasin Rebut Juara 1 Kategori 3K
Andreas Resisano keluar sebagai juara 1 kategori 3K. Atlet asal Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, itu baru pertama kali mengikuti event lari di luar Pulau Jawa.
"Untuk rute dan jalan cukup enak untuk dilewati. Tadi tantangannya itu porsi speed langsung terasa, rasanya kaki sudah capek tapi harus terus mengejar," ujar Andreas dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).
Andreas menyebut dirinya sengaja datang dari Kalimantan Selatan demi berpartisipasi. Podium utama menjadi bonus yang membawanya berencana melanjutkan perjalanan ke Kawah Ijen.
"Tujuan utama sebenarnya memang ikut event lari. Tapi kemarin sempat bikin janji sama diri sendiri, kalau bisa dapat podium mau lanjut liburan," ungkapnya.
Esa, 6 Tahun, Ikut Berlari Didampingi Sang Ayah
Selain atlet dewasa, Soekarno Run BWX 2026 diikuti pelari cilik Esa Sirri Sukma Aulia (6). Ia tampak antusias menempuh rute yang disajikan, didampingi sang ayah, Sutrisno (78).
Sutrisno mengaku telah melatih sang anak sejak usia 4 tahun untuk mengenalkan dunia olahraga lari. Menurut dia, Soekarno Run BWX 2026 merupakan event terbesar dan paling megah yang pernah diikuti sang cucu di Banyuwangi.
"Tujuannya supaya suka olahraga agar bisa dibawa sampai tua. Yang penting semangat dan dilakukan dengan senang," ucap Sutrisno.
Meski sang cucu sesekali merasa lelah dan meminta semangat di tengah rute, Sutrisno tidak membebaninya dengan target juara. Semangat Soekarno, katanya, turut menjadi pemacu dalam menempuh jarak menengah tersebut.
"Soal nanti dia suka race atau tidak, itu urusan nanti. Yang penting dia senang dulu," pungkasnya.