Rutan Kelas I Tangerang Krisis Air Bersih, 1.127 Warga Binaan Terdampak Kemarau

Rutan Kelas I Tangerang Krisis Air Bersih, 1.127 Warga Binaan Terdampak Kemarau

SELARAS.CO.ID — Sebanyak 1.127 warga binaan Rumah Tahanan Kelas I Tangerang menghadapi krisis air bersih akibat kemarau ekstrem yang menekan pasokan di lingkungan rutan. Kebutuhan air bersih harian mencapai 35.000 liter, sementara intensitas hujan yang menurun membuat ketersediaan air terus menyusut.

Kepala Rutan Kelas I Tangerang Hermanto mengungkapkan bahwa pihaknya membutuhkan sekitar 35.000 liter air per hari untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga binaan. Kebutuhan itu muncul di tengah kemarau panjang yang membuat pasokan air di lingkungan rutan menurun.

"Kami membutuhkan kurang lebih 35.000 liter air untuk memenuhi kebutuhan air bersih narapidana," ujar Hermanto, Jumat (18/9).

Dampak Kemarau pada Pasokan Air Rutan

Berkurangnya intensitas hujan menjadi penyebab utama menyusutnya ketersediaan air di lingkungan rutan. Kondisi itu memaksa pihak rutan menghemat penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari warga binaan.

Hermanto menyebut situasi tersebut sebagai pengingat pentingnya menjaga ketersediaan air dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

"Situasi ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga ketersediaan air serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari," katanya.

Koordinasi dengan Pemkab Tangerang untuk Bantuan Air

Untuk menutupi kekurangan pasokan, Rutan Kelas I Tangerang telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Menurut Hermanto, komunikasi sudah dilakukan dengan BPBD dan Dinas Perkim Kabupaten Tangerang untuk mendapatkan bantuan air bersih.

"Untuk koordinasi, sudah dilakukan ke BPBD dan Dinas Perkim Kabupaten Tangerang," jelas Hermanto.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah bantuan air yang akan disalurkan maupun jadwal kedatangannya.

Salat Istisqa dan Doa Bersama di Tengah Kemarau

Selain mengupayakan bantuan pasokan, pihak rutan menggelar salat Istisqa dan doa bersama pada Jumat siang. Kegiatan itu diikuti pegawai dan warga binaan yang beragama Islam.

Salat Istisqa digelar sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan yang cukup dan bermanfaat di tengah kemarau berkepanjangan.

"Di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan, kita tidak hanya melakukan upaya secara lahiriah dalam menjaga ketersediaan air, tetapi juga memanjatkan doa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT," tutur Hermanto.

Tekanan Air Bersih di Tengah Musim Kemarau

Krisis air yang dialami Rutan Kelas I Tangerang menggambarkan tekanan serupa yang melanda sejumlah wilayah saat musim kemarau. Penurunan curah hujan berdampak langsung pada sumber air permukaan dan cadangan air tanah.

Bagi penghuni rutan, ketersediaan air bersih menyangkut kebutuhan dasar seperti minum, mandi, dan sanitasi. Kekurangan pasokan dalam waktu lama berpotensi memicu persoalan kesehatan di lingkungan yang padat penghuni.

Langkah penghematan yang diterapkan pihak rutan bersifat sementara sembari menunggu bantuan dari pemerintah daerah. Durasi kemarau ke depan akan menentukan seberapa lama rutan mampu menjaga pasokan air bagi 1.127 warga binaannya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index