SELARAS.CO.ID — Pertamina mempercepat produksi minyak dan gas bumi nasional untuk mendukung target pemerintah 1 juta barel per hari. Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menyebut migas masih jadi fondasi ketahanan energi negara. Langkah ini berdampak langsung pada keandalan pasokan energi bagi masyarakat luas.
Pertamina menempatkan peningkatan produksi minyak dan gas bumi sebagai prioritas utama. Perusahaan pelat merah itu menempuh sejumlah strategi, mulai dari pengeboran pengembangan, pemeliharaan sumur, optimalisasi lapangan eksisting, hingga penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menegaskan kebutuhan migas nasional masih sangat besar. Menurut dia, migas tetap menjadi fondasi utama ketahanan energi negara di tengah transisi menuju energi rendah karbon.
"Kami menyadari betul bahwa kebutuhan migas masih sangat besar dan menjadi fondasi utama bagi ketahanan energi negara. Seluruh potensi, kemampuan, serta sumber daya yang kami miliki akan kami kerahkan sepenuhnya, agar sasaran produksi dapat tercapai dan terus tumbuh secara berkelanjutan demi menjamin pasokan energi yang andal bagi seluruh masyarakat," ujar Oki dalam Simposium IATMI ke-18 di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Wilayah Kerja Strategis Jadi Tumpuan
Sejumlah wilayah kerja strategis dikelola Pertamina secara bertahap. Pengelolaan dimulai dari Offshore North West Java (ONWJ) pada 2009, berlanjut ke West Pangkah Offshore (WPO) pada 2011, Banyu Urip pada 2016, Mahakam pada 2018, hingga Blok Rokan pada 2021.
Blok Rokan menjadi salah satu fokus utama saat ini. Wilayah kerja itu secara historis telah menghasilkan sekitar 11 miliar barel minyak. Pertamina menilai masih ada potensi besar yang bisa dikembangkan dari blok tersebut.
Dampak ke Pasokan Energi Rumah Tangga
Bagi masyarakat, percepatan produksi migas menentukan ketersediaan bahan bakar dan gas di pasar domestik. Pasokan yang andal menjaga harga energi tetap stabil dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Pemerintah menargetkan produksi minyak nasional menembus 1 juta barel per hari. Target itu menjadi acuan Pertamina dalam menyusun rencana operasional dan investasi di sektor hulu migas.
Strategi Teknologi dan Investasi
Pertamina mengandalkan sejumlah pendekatan teknis untuk mengerek produksi. Perusahaan mengoptimalkan pengelolaan lapangan minyak berat, memenuhi kebutuhan listrik operasional, serta menerapkan teknologi pengeboran pada lapisan berkualitas rendah.
Pengembangan bahan kimia khusus juga dilakukan untuk meningkatkan perolehan minyak. Selain itu, Pertamina mengeksplorasi sumber daya baru, baik dari cadangan konvensional maupun nonkonvensional, demi menjaga keberlanjutan pasokan jangka panjang.
"Kami menargetkan Produksi Blok Rokan meningkat signifikan melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan potensi migas serta mempercepat investasi dan kegiatan operasional, untuk menjaga ketersediaan energi," tutup Oki.
Percepatan produksi migas menjadi penentu posisi Pertamina di industri energi nasional. Keberhasilan mencapai target turut menentukan seberapa besar ketergantungan Indonesia pada pasokan energi impor di masa depan.