Menko AHY Tegaskan Pentingnya Infrastruktur Terintegrasi

Menko AHY Tegaskan Pentingnya Infrastruktur Terintegrasi
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggarisbawahi bahwa kesiapan infrastruktur merupakan pijakan utama dalam mewujudkan ketahanan pangan, energi, serta air nasional.

AHY menilai bahwa hampir seluruh target utama pembangunan nasional membutuhkan sokongan infrastruktur yang tangguh. Oleh karena itu, penguatan jaringan konektivitas, pasokan air, ketersediaan energi, hunian, hingga sarana penunjang lainnya harus ditata sebagai suatu kesatuan yang saling terhubung.

“Kalau kami ingin mencapai swasembada atau ketahanan pangan, energi dan air (water, energy and food), menurut saya kami harus semakin memperkuat infrastruktur yang terkait dengan itu semuanya,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Ia menerangkan bahwa program pembangunan fasilitas fisik beririsan langsung dengan berbagai target strategis negara, khususnya kedaulatan pangan, kemandirian energi, serta ketersediaan air bersih.

AHY memberi gambaran bahwa kedaulatan pangan sangat bergantung pada kecukupan pasokan air. Di sisi lain, kebutuhan sumber daya energi dan air juga melonjak drastis sejalan dengan eskalasi pertumbuhan sektor industri, hilirisasi, serta pemanfaatan ekonomi digital.

Bukan hanya menyokong kedaulatan sektor pangan, energi, dan air, Menko IPK mengingatkan bahwa proyek infrastruktur harus bermuara pada peningkatan taraf hidup masyarakat. Hal itu mencakup pemenuhan rumah layak huni, sarana kesehatan, fasilitas pendidikan, arena olahraga, tempat rekreasi, hingga penyediaan ruang terbuka publik.

“Bukan hanya membangun lebih banyak, melainkan membangun lebih baik, lebih cerdas, lebih hijau dan lebih berkelanjutan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa agenda pembangunan fasilitas fisik dan pengembangan kualitas sumber daya manusia tidak boleh dipertentangkan lantaran keduanya saling melengkapi.

“Tanpa infrastruktur fisik, sulit kami bisa mencapai pembangunan sumber daya manusia, kualitas kehidupan yang lebih baik, membuka lapangan pekerjaan, menghubungkan antar kawasan dan antar masyarakat dengan peluang bisnis dan ekonomi,” katanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index