SELARAS.CO.ID — PT Waskita Karya (Persero) Tbk memastikan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai aman digunakan setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional moda transportasi itu di Stasiun Manggarai. Proyek senilai Rp12,1 triliun yang seluruhnya dibiayai APBD DKI Jakarta ini diproyeksikan mengangkut sekitar 80 ribu penumpang setiap hari.
Peresmian tersebut dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Turut mendampingi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Iwan Takwin serta Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko.
Prabowo menilai kehadiran LRT Jakarta menandai kemampuan Indonesia mengelola kawasan metropolitan berpenduduk 42 juta jiwa. Menurutnya, sistem transportasi terpadu yang mencakup LRT, KRL, Transjakarta, hingga Kereta Bandara kini menjadi transport hub yang menghubungkan berbagai wilayah.
Konektivitas Jakarta Capai 93 Persen
Pramono Anung menyebut tingkat konektivitas transportasi publik di Jakarta sudah mencapai 93 persen. Sejak dua tahun terakhir, jumlah pengguna transportasi umum di ibu kota naik sekitar 15 persen setiap tahun.
"Konektivitas di Jakarta sekarang sudah 93% dan sejak dua tahun ini Pak Presiden, yang menggunakan transportasi publik meningkat setiap tahunnya sebanyak 15%," ujar Pramono.
Meski kemacetan masih terjadi, warga Jakarta merasakan kemudahan yang jauh lebih besar saat menggunakan angkutan umum. LRT Jakarta sendiri terintegrasi dengan Transjakarta dan KRL di Stasiun Manggarai.
Biaya APBD dan Target Penumpang
Pembangunan rute Kelapa Gading-Manggarai menelan dana APBD DKI Jakarta sebesar Rp12,1 triliun. Jalur sepanjang 12,2 kilometer itu ditargetkan melayani sekitar 80 ribu penumpang per hari.
Waskita Karya mengerjakan segmen Velodrome-Manggarai melalui serangkaian pengujian menyeluruh dan terstruktur. Perseroan memastikan fasilitas tersebut aman dan nyaman bagi puluhan ribu pengguna.
"Kami merasa bangga dapat ikut berkontribusi untuk menghadirkan moda transportasi umum yang modern dan mampu memudahkan aktivitas warga Jakarta dan sekitarnya," kata Paulus Budi Kartiko.
Tantangan Konstruksi di Tengah Kota Padat
Mengerjakan proyek di tengah padatnya lalu lintas Jakarta dengan ruang terbatas menjadi tantangan tersendiri bagi Waskita. Perseroan menerapkan sejumlah inovasi, antara lain balance cantilever di atas jalur aktif Tol Wiyoto Wiyono dan longspan steelbox girder yang membentang di atas jalur Double-Double Track (DDT) Manggarai.
Metode itu tetap mengedepankan Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Tim lapangan memasang safety net di sekeliling segmen girder balance serta melakukan monitoring survey dan chamber setiap hari.
Hasilnya, Waskita mencatat 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan atau lost time injury selama masa konstruksi. Perseroan juga terus berkoordinasi dengan Jakpro selaku pemilik proyek dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Dorongan Transportasi Ramah Lingkungan
Ke depan, Waskita Karya menyatakan siap mengawal penguatan konektivitas antarwilayah dan integrasi transportasi publik di kawasan metropolitan. Perseroan mendorong Jakarta tidak hanya menjadi kota modern, tetapi juga ramah lingkungan.
"Kami optimistis kehadiran LRT Jakarta Fase 1B akan menambah pilihan transportasi publik di ibu kota. Angkutan umum berbasis listrik ini merupakan solusi terbaik demi menciptakan udara di perkotaan yang lebih sehat, bersih, sekaligus mendukung target nol emisi atau Net Zero Emission (NZE)," tutur Paulus.
Peresmian ini menempatkan LRT Jakarta sebagai bagian dari transformasi transportasi ibu kota menjelang usia lima abad. Bagi Waskita, proyek ini menambah rekam jejak perseroan dalam membangun infrastruktur konektivitas di kota-kota besar Indonesia.