Jateng Raih Peringkat Ketiga Layanan Investasi Terbaik di ALI 2026

Jateng Raih Peringkat Ketiga Layanan Investasi Terbaik di ALI 2026

SELARAS.CO.ID — Jawa Tengah menempati peringkat ketiga nasional dalam kategori layanan investasi terbaik pada Anugerah Layanan Investasi 2026 yang digelar Kementerian Investasi dan Hilirisasi di Jakarta, Rabu. Posisi itu diraih setelah Maluku Utara dan Jawa Timur, dengan realisasi investasi Jateng pada semester I-2026 mencapai Rp59,94 triliun dan menyerap 213.217 tenaga kerja.

Penghargaan diserahkan langsung kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Ruang Nusantara, Gedung Suhartoyo, Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta. Dalam pernyataan yang dirilis dari Semarang, Luthfi menyebut capaian itu sebagai hasil kerja DPMPTSP bersama pemangku kepentingan terkait.

Kategori provinsi dengan layanan investasi terbaik tahun ini dimenangi Maluku Utara di posisi pertama, disusul Jawa Timur, lalu Jawa Tengah di urutan ketiga.

Realisasi Investasi Semester I-2026 Capai Rp59,94 Triliun

Data yang dihimpun menunjukkan realisasi investasi Jateng pada semester I-2026 menembus Rp59,94 triliun. Angka itu terdiri atas penanaman modal asing (PMA) Rp25,92 triliun atau 53,40 persen, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp22,62 triliun atau 46,60 persen, serta investasi usaha mikro dan kecil (UMK) Rp11,40 triliun.

Seluruh investasi tersebut mengalir ke 55.989 proyek dan menyerap 213.217 tenaga kerja. Pemerintah provinsi berharap arus modal ini memperkuat ekonomi lokal sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga.

"Investasi adalah salah satu cara menumbuhkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kita," kata Luthfi.

Gubernur Minta Petugas Jemput Bola ke Calon Investor

Luthfi meminta jajarannya tidak berpuas diri. Ia menekankan petugas perizinan harus aktif menjemput bola, melayani dengan ramah, dan menggali langsung kebutuhan maupun kendala yang dihadapi calon investor.

Menurutnya, kecepatan dan kemudahan perizinan adalah pintu masuk utama investasi. "Ini menjadi semangat untuk kita. Sebab, salah satu pintu masuk daripada investasi adalah adanya perizinan cepat, mudah, dan pelayanan prima," ujarnya.

Ia juga menyebut penghargaan ini sebagai pelecut motivasi untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan perizinan dan investasi di seluruh kabupaten dan kota.

Semarang dan Karanganyar Ikut Berprestasi

Selain pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Semarang menerima penghargaan layanan investasi pada ajang yang sama. Kabupaten Karanganyar masuk enam besar untuk kategori serupa.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Roslan Roeslani menilai layanan investasi menjadi kunci peningkatan iklim investasi nasional. Menurutnya, tujuan akhirnya adalah menarik modal dari dalam dan luar negeri serta menciptakan lapangan pekerjaan, yang ia sebut sebagai pekerjaan rumah bersama.

Bagi Jateng, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi layanan agar realisasi investasi semester II-2026 tidak melandai. Pemerintah provinsi belum merinci target pertumbuhan untuk periode berikutnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index