Hyundai Target 5,55 Juta Unit Penjualan 2030, 100 Model Baru Disiapkan

Hyundai Target 5,55 Juta Unit Penjualan 2030, 100 Model Baru Disiapkan

SELARAS.CO.ID — Angka tersebut menjadi bagian dari peta jalan jangka panjang yang dipaparkan langsung oleh CEO Hyundai Motor, Jose Munoz, di hadapan investor di Seoul. Dari 100 model yang direncanakan, mayoritas merupakan pembaruan model existing, sementara sisanya adalah kendaraan dari segmen yang belum pernah digarap Hyundai sebelumnya.

Dua Pilar Elektrifikasi: Hibrida Konvensional dan EREV

Strategi elektrifikasi Hyundai tidak hanya bertumpu pada mobil listrik baterai murni. Pabrikan justru memperkuat lini hibrida konvensional sekaligus menjajaki teknologi baru bernama extended-range electric vehicle (EREV).

Untuk pasar Korea Selatan dan Amerika Serikat, Genesis GV80 versi hibrida dijadwalkan meluncur pada akhir 2026. Model populer lain, Tucson, juga akan mendapat varian hibrida pada paruh kedua tahun yang sama. Tidak berhenti di situ, Hyundai menyiapkan kendaraan listrik tipe EREV yang rencananya masuk pasar pada paruh pertama 2027.

"Dari 100 lebih model mobil yang rencananya diperkenalkan oleh Hyundai akan ada 18 model yang benar-benar baru," ungkap Jose dalam paparannya, sebagaimana dikutip Yonhap pada Rabu (2/9/2026).

Kapasitas Produksi Ditambah 1,27 Juta Unit

Ambisi tersebut menuntut kesiapan pabrik. Hyundai saat ini memiliki kapasitas produksi global sekitar 5 juta unit per tahun, dan angka itu akan ditingkatkan dengan tambahan 1,27 juta unit secara keseluruhan.

Wilayah Amerika Utara mendapat jatah tambahan paling besar, yakni 500.000 unit. Disusul India dengan 320.000 unit, Korea Selatan 200.000 unit, dan 250.000 unit sisanya dipenuhi lewat skema produksi completely knocked-down (CKD). Perluasan pabrik di dua negara pertama menjadi kunci karena pasar SUV dan elektrifikasi di kawasan tersebut tumbuh paling cepat.

Kendaraan Elektrifikasi Jadi Penopang Utama

Dengan target penjualan 5,55 juta unit pada 2030, Hyundai menetapkan proporsi kendaraan elektrifikasi mencapai 60 persen dari total volume. Sisanya tetap berasal dari model bermesin pembakaran internal yang masih diminati di sejumlah pasar berkembang. Langkah ini menempatkan Hyundai sejajar dengan pabrikan global lain yang mulai menggeser fokus dari sekadar menjual mobil listrik ke strategi elektrifikasi yang lebih luas.

Bagi konsumen Indonesia, peta jalan ini bisa berarti masuknya lebih banyak varian elektrifikasi Hyundai dalam beberapa tahun ke depan, mengingat pasar lokal kini mulai merespons positif teknologi hibrida. Namun, Hyundai belum mengumumkan model mana saja yang akan masuk ke Indonesia dari daftar 100 kendaraan tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index