AS Kaji Tarik Sepertiga Tentara dari Eropa, 68 Ribu Personel Dipertimbangkan

Sabtu, 19 September 2026 | 13:58:00 WIB
AS Kaji Tarik Sepertiga Tentara dari Eropa, 68 Ribu Personel Dipertimbangkan

SELARAS.CO.ID — Pentagon tengah menimbang pengurangan signifikan kehadiran militer Amerika Serikat di Eropa, dengan opsi menarik hingga sepertiga dari total 68.000 tentara yang saat ini ditempatkan di benua itu. Rencana ini muncul setelah sejumlah negara sekutu menolak memberikan akses pangkalan udara bagi operasi militer AS terhadap Iran. Keputusan akhir Menteri Pertahanan Pete Hegseth diperkirakan keluar paling lambat 6 November.

Laporan media AS yang mengutip sumber keamanan menyebutkan para komandan senior Pentagon dijadwalkan menyerahkan sejumlah opsi kepada Hegseth dalam waktu dekat. Langkah pengurangan ini merupakan bagian dari peninjauan ulang keanggotaan NATO yang pertama kali diumumkan pada Juni lalu.

Penolakan negara-negara Eropa atas permintaan akses pangkalan untuk serangan ke Iran menjadi salah satu pemicu kemarahan Washington. Hegseth menyebut sikap itu "memalukan" karena menempatkan personel AS dalam risiko.

Tiga Skenario Pengurangan yang Ditimbang

NBC News melaporkan setidaknya ada dua opsi utama yang sedang dipertimbangkan. Opsi pertama adalah menarik sekitar sepertiga dari 68.000 tentara AS di Eropa, yang sebagian besar berdampak pada personel di Jerman, Italia, dan Spanyol.

Skenario kedua jauh lebih drastis: hingga 40.000 tentara keluar dari Eropa, disertai penarikan pesawat militer, kapal, dan persenjataan. Opsi ketiga adalah memindahkan pasukan dari posisi di Eropa Tengah atau Barat ke sayap timur NATO yang lebih dekat dengan Rusia.

Menurut laporan tersebut, Hegseth diharapkan mengambil keputusan final pada 6 November mendatang.

Penarikan Bertahap Sudah Berlangsung

Sebagian proses penarikan sebenarnya sudah dimulai. Sekitar separuh dari 2.000 tentara AS yang ditempatkan di Rumania telah meninggalkan negara itu tahun lalu.

Saat ini, sekitar 5.000 tentara AS sedang dalam proses penarikan dari Jerman, negara yang menampung lebih dari separuh kontingen AS di Eropa. Pengumuman penarikan pada Mei lalu muncul setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz mengkritik perang AS terhadap Iran.

Presiden Donald Trump sempat mengancam akan "melangkah jauh lebih jauh", namun Menteri Luar Negeri Marco Rubio dilaporkan memblokir rencana Gedung Putih untuk menarik hingga 25.000 tentara pada saat itu.

Kekhawatiran Senat dan Analis

Anggota senior Partai Republik di Kongres menyuarakan kekhawatiran atas dampak strategis penarikan ini. Senator Roger Wicker dan Anggota DPR Mike Rogers menyatakan langkah tersebut dapat mengirim "sinyal yang salah kepada Presiden Rusia Vladimir Putin".

Analis German Marshall Fund, Ian Lesser, menilai penarikan besar-besaran akan melemahkan postur pencegahan nuklir AS di benua Eropa. Meski Rusia dinilai tidak mungkin menyerang anggota NATO, Moskow dipastikan akan melihat perkembangan ini sebagai keuntungan.

"Tapi itu sangat bergantung pada di mana dan kapan pasukannya ditarik," kata Lesser, seraya menambahkan dampak pastinya terhadap Eropa masih sulit diperkirakan saat ini.

Jika pasukan dipindahkan dari Eropa Barat ke sayap timur, menurutnya hal itu mungkin tidak terlalu mengkhawatirkan karena negara seperti Jerman dan Prancis sedang mempercepat penguatan kapabilitas militer mereka.

Ketegangan AS-Eropa yang Menahun

Sejak periode pertama jabatannya, Trump berulang kali menuduh anggota NATO Eropa membebankan sebagian besar tanggungan finansial aliansi kepada AS. Pada Januari lalu, Trump menyerukan negara NATO mengalokasikan 5 persen dari produk domestik bruto untuk pertahanan.

Banyak anggota NATO masih kesulitan memenuhi target saat ini sebesar 2 persen. Negara-negara anggota sebenarnya sudah menyepakati peningkatan belanja pertahanan menjadi 3,5 persen dari PDB pada 2035.

Ketegangan juga dipicu penolakan sejumlah negara Eropa atas permintaan akses militer AS. Di sisi lain, negara-negara Eropa semakin gencar menyuarakan kekhawatiran soal kemungkinan operasi sabotase di wilayah mereka.

Jerman bulan ini menuduh Rusia melakukan serangan drone terhadap sebuah bandara. Tuduhan itu menambah daftar ketegangan di tengah perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung.

Eropa selama puluhan tahun bergantung pada kemitraan dengan Washington melalui NATO untuk mencegah kemungkinan serangan Rusia. Namun hubungan antara sejumlah ibu kota Eropa dan Washington memburuk dalam setahun terakhir.

Terkini