Proses Cocokkan DNA Jenazah Enggano Butuh Dua Pekan

Proses Cocokkan DNA Jenazah Enggano Butuh Dua Pekan

SELARAS.CO.ID — Pencocokan DNA jenazah tanpa identitas di Pulau Enggano, Bengkulu, dengan keluarga rombongan jurnalis yang hilang kontak di KM Arupadatu I masih berjalan. Polisi memperkirakan proses identifikasi ini butuh waktu hingga dua pekan, dan ahli forensik menjelaskan mengapa waktu selama itu wajar dalam pemeriksaan DNA.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea menyebut data antemortem dan sampel DNA keluarga dari posko di Banten sudah diserahkan ke Polda Bengkulu. Proses penyesuaian sampel itu masih berlangsung hingga kini.

"Saat ini masih proses identifikasi, dan umumnya memakan waktu lebih kurang dua minggu," kata Maruli dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang.

Lamanya waktu identifikasi bukan tanpa alasan. Spesialis forensik dan medikolegal, Dr dr Ade Firmansyah Sugiharto, SpFM, Subsp FK(K), menegaskan prinsip dasar identifikasi forensik adalah ketepatan, bukan kecepatan.

"Tidak diburu-buru. Keberhasilan identifikasi forensik ditentukan oleh kondisi barang bukti atau sampel yang diperiksa," ujar dr Ade kepada detikcom.

Kenapa Sampel Harus Diperiksa Dulu

Sampel yang diambil dari lapangan tidak langsung diproses pencocokan. Ada tahap pemeriksaan awal untuk memastikan sampel bebas kontaminasi serta punya kualitas dan kuantitas DNA yang memadai.

Setelah lolos tahap itu, barulah dilakukan amplifikasi memakai mesin PCR. Proses ini menggandakan jumlah DNA agar bisa dianalisis lebih lanjut.

Dari situ, tim forensik melakukan typing untuk mendapatkan profil DNA sampel. Profil inilah yang nantinya dicocokkan dengan sampel referensi dari keluarga korban.

Empat Hari sampai Dua Pekan, Tergantung Kondisi Sampel

Menurut dr Ade, sampel yang tidak terdegradasi atau rusak bisa menghasilkan profil DNA dalam waktu sekitar empat hari. Namun hasil itu belum final karena masih harus melalui proses pencocokan.

"Biasanya kami berikan patokan sekitar 7 hari kerja sampai keluar hasil," katanya.

Kalau sampelnya sudah rusak atau kuantitasnya sedikit, waktu yang dibutuhkan bisa lebih panjang. Karena itu, rentang dua pekan yang disebut polisi dinilai dr Ade sebagai estimasi yang masuk akal.

"Jadi rentang 2 minggu yang disampaikan tersebut memang sangat masuk akal pada kondisi sampel DNA dari jenazah tersebut," tutupnya.

Yang Perlu Dipahami soal Identifikasi DNA

Pencocokan DNA adalah metode identifikasi yang butuh sampel pembanding dari keluarga, bukan sekadar pemeriksaan jenazah semata. Tanpa sampel referensi yang layak, hasil tidak bisa dipastikan.

Setiap tahap punya risiko kegagalan sendiri, mulai dari kontaminasi di lapangan sampai DNA yang terdegradasi. Itu sebabnya tim forensik tidak bisa mematok hasil dalam hitungan jam.

Bagi keluarga yang menunggu, periode dua pekan memang terasa panjang. Tapi dalam kerja identifikasi forensik, ketepatan hasil jauh lebih penting daripada kecepatan pengumuman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index