Prabowo Proyeksikan Efek Koperasi Merah Putih Terasa 2027, Rantai Distribusi Dipangkas

Prabowo Proyeksikan Efek Koperasi Merah Putih Terasa 2027, Rantai Distribusi Dipangkas

SELARAS.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto memperkirakan manfaat ekonomi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih baru mulai terasa pada 2027 hingga akhir 2028. Program ini dirancang memangkas jalur distribusi bahan pokok yang selama ini melewati sekitar lima perantara, dengan margin keuntungan mencapai 30-40 persen. Dari total yang ditargetkan, baru sekitar 6.000 koperasi yang sudah beroperasi.

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan dampak ekonomi dari program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) baru akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan. Dalam acara "Presiden Prabowo Menjawab" pada Rabu, 16 September, kepala negara memperkirakan hasilnya mulai muncul pada 2027 hingga akhir 2028.

Pemerintah menempatkan KDKMP sebagai simpul rantai pasok yang menjangkau hingga tingkat desa dan kelurahan. Hingga kini, sekitar 6.000 koperasi telah beroperasi, sementara pembangunan di sejumlah daerah masih berlanjut.

Margin 30-40 Persen di Tangan Perantara

Persoalan yang hendak dipangkas pemerintah adalah panjangnya jalur distribusi antara produsen dan konsumen. Prabowo mencontohkan hasil panen petani yang bisa melewati sekitar lima perantara sebelum sampai ke pembeli.

Setiap mata rantai distribusi mengambil margin keuntungan. Secara akumulatif, margin tersebut menurut Presiden mencapai 30 hingga 40 persen.

Dampaknya, konsumen membeli bahan pangan dengan harga lebih tinggi, sementara petani belum tentu menikmati pendapatan yang optimal. Kondisi ini yang coba diintervensi melalui koperasi berbasis desa.

"Dengan KDKMP, petani hanya ada satu perantara sampai ke konsumen," kata Prabowo.

Petani Untung, Konsumen Hemat

Pola distribusi yang lebih pendek diyakini menguntungkan kedua sisi. Petani berpeluang memperoleh tambahan pendapatan, sedangkan harga di tingkat konsumen bisa ditekan.

"Ada tambahan untuk petani, tapi konsumen juga hemat. Jadi ini kurang lebih gagasan intinya," ujar Prabowo.

Presiden menilai pengembangan koperasi berbasis desa menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi dari tingkat bawah. Skema ini melengkapi sejumlah program lain di sektor pangan, energi, pendidikan, perumahan, hilirisasi, serta Makan Bergizi Gratis.

Waktu Implementasi Jadi Kunci

Pernyataan Prabowo memberi gambaran soal ekspektasi waktu pemerintah terhadap program ini. Efek penuh tidak dijanjikan dalam waktu dekat, melainkan bertahap seiring bertambahnya koperasi yang beroperasi dan matangnya rantai pasok di tingkat desa.

"Dan ini nanti efeknya akan terasa saya kira beberapa bulan, mungkin tahun 2027, 2028 akhir. Ini kurang lebih," kata Prabowo.

Dengan baru sekitar 6.000 unit yang aktif, perluasan jaringan KDKMP masih menjadi pekerjaan rumah. Kecepatan pembangunan dan pengembangan koperasi di berbagai daerah akan menentukan seberapa cepat pemangkasan rantai distribusi benar-benar dirasakan petani maupun konsumen.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index