SELARAS.CO.ID — Jakarta — Anggota Komisi IX DPR dan Ketua DPP NasDem, Irma Suryani Chaniago, menilai sanksi suspend tidak cukup bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah. Ia menegaskan SPPG yang gagal berulang kali hingga membahayakan nyawa harus diputus kontraknya. "Kalau sudah mengancam nyawa dan sering bermasalah, sebaiknya kontraknya diputus," ujar Irma kepada wartawan, Jumat (4/9/2026).
Desakan Tegas untuk BGN
Irma mendesak BGN segera menonaktifkan SPPG yang tidak memenuhi standar operasional. Menurutnya, membiarkan SPPG abal-abal beroperasi sama seperti menumpuk bom waktu.
"Saya minta BGN suspend SPPG yang tidak sesuai standar. Ini akan menjadi bom waktu dan tidak boleh pandang bulu, siapa pun pemiliknya," tegasnya.
Percepatan Penggantian SPPG
Ia juga meminta BGN bertindak cepat mengganti SPPG bermasalah dengan mitra yang telah lolos verifikasi menyeluruh. Kriteria penggantian mencakup kelayakan higienis, luas bangunan, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga ketersediaan koki bersertifikat.
"SPPG yang sudah bangun 100 persen dan memenuhi syarat—laik higienis, memiliki IPAL, koki tersertifikasi, serta lingkungan bersih—harusnya bisa langsung menggantikan SPPG yang tidak sesuai," pungkas Irma.