Freeport Salurkan Bantuan Rp2,5 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Freeport Salurkan Bantuan Rp2,5 Miliar untuk Korban Gempa NTT

SELARAS.CO.ID — Kebutuhan dasar warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur menjadi prioritas dalam gelombang bantuan pertama yang diangkut menggunakan pesawat dengan total muatan 1,5 ton. PT Freeport Indonesia (PTFI) menurunkan tim tanggap darurat untuk memastikan distribusi paket yang terdiri atas Bedding Kit, Personal Hygiene Kit, dan Shelter Kit tersebut tepat sasaran hingga ke tingkat kecamatan.

Kekerabatan "Tetangga Dekat" Dorong Akselerasi Bantuan

"Kami datang dengan niat yang tulus untuk membawa bantuan bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah. NTT merupakan tetangga dekat, kekerabatan yang mendorong kami untuk berbuat lebih banyak," ujar Tony Wenas dalam keterangan yang diterima di Timika, Rabu.

Tony menambahkan bahwa inisiatif ini diharapkan memicu lebih banyak pihak untuk turut berkontribusi. Bantuan simbolis telah diserahkan langsung kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena di Kantor Gubernur, Kecamatan Kota Raja, Kupang.

Jangkauan Distribusi dan Skema Kolaborasi Karyawan

Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Nagekeo, serta dua wilayah di Manggarai menjadi prioritas penyaluran tahap awal. Koordinasi dilakukan bersama lembaga kemanusiaan Human Initiative yang mengelola pendistribusian di lapangan.

PTFI tidak hanya bergerak dari sisi korporasi. Gerakan #PTFIPeduliNTT menggalang donasi dari ribuan karyawan di Tembagapura, Kuala Kencana, Nabire, Gresik, dan Jakarta. Perusahaan menggandakan total donasi karyawan sebagai bentuk kolaborasi nyata seluruh insan PTFI bagi pemulihan NTT.

Dukungan Pemulihan Jangka Panjang Pasca Tanggap Darurat

Di luar kebutuhan logistik, PTFI mengalokasikan dana untuk pembangunan lima hunian sementara (Huntara) dan empat bangunan sekolah darurat. Infrastruktur ini dirancang untuk menjembatani kebutuhan masyarakat selama masa transisi sebelum rekonstruksi permanen dimulai pemerintah.

Gubernur Minta Peran Sektor Swasta Diperluas

Gubernur NTT Melki Laka Lena mengapresiasi langkah PTFI yang disebutnya sebagai bukti nyata gotong royong, bukan sekadar angka dan barang. "Kami tidak bisa berjuang sendirian, dukungan dunia usaha, lembaga, dan masyarakat luas sangat dibutuhkan agar pemulihan berjalan lebih cepat," kata Melki.

Pernyataan tersebut merefleksikan kebutuhan pembiayaan rekonstruksi yang masih besar di daerah-daerah pesisir yang aksesnya terputus akibat gempa. Sampai berita ini diturunkan, tim gabungan masih bekerja untuk memulihkan jaringan logistik di sejumlah pulau terluar yang menjadi wilayah administratif NTT.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index