Prabowo Terbang ke Vladivostok Hadiri EEF ke-11, Jadi Tamu Kehormatan Utama di Rusia

Prabowo Terbang ke Vladivostok Hadiri EEF ke-11, Jadi Tamu Kehormatan Utama di Rusia

SELARAS.CO.ID — Pesawat kepresidenan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 23.20 WIB dengan membawa Presiden beserta rombongan terbatas. Kedatangan Prabowo di Vladivostok dijadwalkan menghadiri forum yang berlangsung di Far Eastern Federal University (FEFU) tersebut.

Undangan khusus dari Kremlin menegaskan posisi Indonesia yang kian diperhitungkan di kawasan Asia-Pasifik. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut kepercayaan yang diberikan pemerintah Rusia ini sebagai cermin hubungan erat kedua negara yang terus diperkuat melalui diplomasi langsung para pemimpin.

"Presiden Putin secara khusus mengundang Bapak Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF. Ini merupakan cerminan hubungan erat Indonesia dan Rusia yang terus dibangun dan diperkuat melalui diplomasi langsung kedua pemimpin," kata Teddy dalam keterangan resmi.

Kunjungan Kedua di Forum Ekonomi Rusia

Ini bukan kali pertama Prabowo mendapat posisi istimewa dalam hajatan ekonomi Rusia. Sebelumnya, pada tahun lalu, Presiden hadir dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) dengan status serupa.

"Ini kali kedua Presiden Prabowo dipercaya menjadi tamu kehormatan dalam forum ekonomi internasional yang diselenggarakan oleh Rusia, setelah sebelumnya pada tahun lalu hadir dalam St. Petersburg International Economic Forum," lanjut Teddy.

Konsistensi undangan ini menunjukkan pengakuan Rusia atas peran strategis Indonesia. Teddy menuturkan, Indonesia dipandang sebagai mitra penting di Asia-Pasifik, anggota ASEAN yang dihormati, sekaligus representasi utama negara-negara Global South dan dunia Muslim.

Agenda Kerja Sama yang Dibawa ke Meja Perundingan

Kehadiran di Vladivostok tidak sekadar seremonial. Pemerintah membawa sejumlah agenda konkret untuk memperdalam kerja sama bilateral, terutama di sektor-sektor yang selama ini menjadi tulang punggung hubungan kedua negara.

Bidang ekonomi, perdagangan, investasi, dan energi menjadi prioritas yang akan didorong dalam pertemuan bilateral. "Politik luar negeri Indonesia tetap bebas aktif. Bapak Presiden Prabowo membangun hubungan baik dengan semua negara, memperluas persahabatan, sekaligus memastikan diplomasi Indonesia menghasilkan manfaat konkret bagi kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat," ujar Teddy.

Menteri Ekonomi hingga Energi Ikut Serta

Presiden tidak terbang sendirian. Enam pejabat kabinet mendampingi dalam penerbangan ini, menunjukkan bobot agenda ekonomi yang dibawa.

Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Keberangkatan Presiden dilepas sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index