Korban Banjir Bandang Nepal-Tibet Capai 584 Orang, 2.482 Warga Masih Hilang

Korban Banjir Bandang Nepal-Tibet Capai 584 Orang, 2.482 Warga Masih Hilang

SELARAS.CO.ID — Operasi pencarian dan penyelamatan di kedua sisi perbatasan Nepal-Tibet masih berlangsung di tengah keterbatasan akses akibat rusaknya infrastruktur jalan, jembatan, serta terputusnya jaringan komunikasi dan listrik. Palang Merah Internasional memperkirakan sekitar 93.000 orang terdampak bencana yang dipicu hujan deras di kawasan Himalaya itu.

Kepala Delegasi Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah untuk Nepal, David Fisher, mengatakan timnya belum dapat menjangkau sejumlah wilayah paling parah terdampak. "Akibat rusaknya jalan dan jembatan serta terputusnya jaringan seluler dan aliran listrik, kami belum dapat menjangkau beberapa wilayah yang paling parah terdampak. Trauma akibat peristiwa ini sangat luar biasa," ujarnya.

Tim Penyelamat Tiba di Lokasi Utama Tibet

Di sisi China, enam anggota tim tanggap darurat dari Korps Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tibet serta 15 personel dari Korps Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sichuan tiba di wilayah perbatasan pada Kamis (28/8). Mereka merupakan tim profesional pertama yang mencapai lokasi utama operasi penyelamatan, dengan membawa seekor anjing pelacak.

Otoritas Nepal melaporkan peningkatan jumlah orang hilang menjadi 1.924 jiwa pada Jumat, sementara data pejabat setempat di China mencatat 558 orang masih hilang. Dari total 2.482 orang yang belum ditemukan, 517 di antaranya merupakan warga negara asing dan 933 lainnya pekerja proyek PLTA yang berada di kawasan sungai terdampak.

Warga Diimbau Mengungsi ke Tempat Lebih Tinggi

Peringatan evakuasi sempat dikeluarkan otoritas Nepal setelah muncul laporan jebolnya sebuah bendungan di Tibet. China kemudian menghentikan sementara operasi penyelamatan karena danau yang terbentuk dari tumpukan puing mulai meluap, namun media pemerintah setempat menyatakan risiko telah menurun dan pencarian kembali berjalan.

Belum dapat dipastikan apakah danau yang meluap tersebut merupakan lokasi yang sama dengan bendungan yang disebut jebol dalam peringatan Nepal. Kondisi geografis yang sulit dan minimnya akses komunikasi membuat verifikasi data korban di wilayah terpencil masih terkendala, sehingga jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah.

Pemerintah kedua negara bersama tim kemanusiaan internasional terus berupaya menjangkau wilayah-wilayah yang masih terisolasi. Operasi pencarian korban meninggal dan orang hilang diprioritaskan di lembah sungai yang menjadi lokasi proyek infrastruktur dan permukiman padat penduduk.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index