Review On Cloudboom Volt: Sepatu Lari Berpelat Karbon yang Gesit untuk Latihan Cepat

Review On Cloudboom Volt: Sepatu Lari Berpelat Karbon yang Gesit untuk Latihan Cepat

SELARAS.CO.ID — On menambah lini sepatu lari berpelat karbonnya lewat Cloudboom Volt yang dirilis Februari 2026. Dengan harga jual US$200 di Amerika Serikat dan £190 di Inggris, model ini diposisikan sebagai opsi yang lebih terjangkau dibandingkan saudaranya, Cloudboom Strike 2 yang dibanderol US$250/£230. Sepatu ini menyasar pelari yang menginginkan bantuan pelat karbon untuk latihan cepat tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

Spesifikasi Utama Cloudboom Volt

  • Berat: 7,8 ons (sekitar 221 gram) untuk ukuran US 9,5 pria
  • Drop: 5mm
  • Midsole: dua lapis busa Helion HF berbasis PEBA dengan pelat karbon di antaranya
  • Upper: mesh ringan dengan padding minimal di area kerah
  • Outsole: cakupan karet luas yang mencengkeram di jalan basah
  • Warna: empat pilihan, termasuk warna biru muda "Celeste" yang diuji

Ride Kencang dengan Pijakan Natural

Karakter utama Cloudboom Volt justru terletak pada busa Helion HF yang diracik lebih padat dan kencang dibandingkan model On lainnya. Sensasi ini berbeda dari Cloudboom Strike 2 yang lebih empuk dan memantul. Hasilnya, sepatu ini terasa stabil dan efisien saat dipakai untuk interval pendek maupun repetisi panjang.

Meski tidak seekstrem sepatu karbon balap lain yang sangat melengkung (rocker) dan empuk, Volt menawarkan transisi tumit-ke-jari kaki yang cepat. Bentuk rocker yang ringan membantu mendorong tubuh ke posisi forefoot saat kecepatan meningkat. Bagi pelari yang tidak nyaman dengan ride terlalu empuk atau melengkung berlebihan, karakter Volt yang lebih tradisional dan natural ini bisa menjadi nilai jual utama.

Kelebihan: Cengkeraman Kuat dan Upper Nyaman

Upper mesh pada Volt dinilai cukup breathable dan mampu mengunci kaki dengan aman selama sesi lari cepat. Tidak ada masalah gesekan yang ditemukan selama pengujian. Satu kejutan positif datang dari outsole yang memiliki cakupan karet sangat luas untuk ukuran sepatu balap.

Biasanya sepatu kencang mengorbankan karet demi menekan bobot. Namun, Volt justru memberikan daya tahan ekstra dan grip meyakinkan di aspal basah. Pelari bahkan bisa membawa sepatu ini ke trail ringan karena lapisan karetnya melindungi busa midsole yang lebih lunak.

Kekurangan: Bukan untuk Kejar Rekor Pribadi

Bobot 7,8 ons membuat Volt tidak termasuk dalam kategori sepatu balap super ringan yang umumnya berada di bawah 7 ons. Dibandingkan dengan pesaing seperti Puma Fast-R Nitro Elite 3 atau Asics Metaspeed Sky Tokyo, ride Volt terasa kurang agresif dan efisien saat dipacu di kecepatan tertinggi.

Untuk urusan balapan, Cloudboom Strike 2 tetap menjadi pilihan utama dari On. Volt lebih cocok ditempatkan sebagai sepatu latihan berpelat yang bisa diajak ngotot, bukan senjata utama di garis start.

Kesimpulan: Kapan Cloudboom Volt Layak Dibeli?

Cloudboom Volt bukan sepatu yang wajib dimiliki, tapi performanya solid untuk sesi latihan tempo dan interval. Nilai terbaiknya baru terasa saat harga turun ke kisaran US$150 (sekitar Rp2,5 juta) di periode diskon. Di rentang harga tersebut, Volt menjadi opsi masuk akal bagi pelari yang menyukai sensasi firm dan stabil.

Alternatif dengan harga lebih murah tetap ada, seperti Adidas Adizero Evo SL yang terkenal sebagai value-for-money. Namun, jika Anda mengincar sepatu On dengan pelat karbon dan cengkeraman luar biasa, Volt adalah kandidat kuat. Untuk kebutuhan balapan, sebaiknya alokasikan budget lebih untuk Strike 2 atau opsi super shoe lain yang lebih ringan dan agresif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index