SELARAS.CO.ID — Setiap negara di Asia punya cara sendiri dalam mengembangkan kopi. Ada yang mengandalkan kondisi alam, ada pula yang memanfaatkan sejarah panjang perdagangan. Hasilnya, cita rasa yang muncul pun berbeda-beda dan punya penggemarnya masing-masing.
Dari India hingga Thailand, Ini Keunikan Kopi Asia
India mungkin lebih dulu dikenal sebagai penghasil teh, tapi kopi dari negara ini punya cerita menarik. Ada yang namanya monsoon coffee atau kopi monsun.
Dulu, biji kopi mentah dari India diangkut kapal menuju Eropa. Selama perjalanan, biji-biji itu terpapar udara panas dan lembap, sehingga rasa serta aromanya berubah. Kini, proses itu sengaja ditiru untuk mendapatkan karakter serupa, dengan tingkat keasaman yang relatif ringan.
China juga mulai serius menggarap kopi. Meski budaya minum teh sudah mengakar, perubahan gaya hidup membuat minat terhadap kopi meningkat. Hal ini mendorong sejumlah petani beralih dari tanaman teh ke kopi. Industri kopi di sana sempat mencatat pertumbuhan sekitar 16 persen per tahun, dan sebagian hasilnya diserap perusahaan besar untuk kopi instan.
Sementara itu, Vietnam sudah lama menjadi pemain besar. Produksinya didominasi robusta, dan sebagian kecil arabika ditanam di dataran tinggi. Kopi di sana juga punya cara minum khas, yaitu diseduh kuat lalu dicampur susu kental manis.
Thailand dan Indonesia, Andalan Kopi Dunia
Thailand mulai mengembangkan kopi pada 1970-an. Saat itu, pemerintah mendorong tanaman kopi sebagai alternatif bagi petani opium di wilayah utara. Salah satu kawasan yang berkembang adalah Doi Chaang, tempat kopi ditanam di pegunungan setinggi 1.500-1.700 meter.
Buah kopi di sana dipanen dengan tangan ketika matang, dan Doi Chaang kini dikenal sebagai salah satu arabika berkualitas di dunia.
Indonesia tak kalah populer. Kopi arabika pertama kali dibawa kolonial Belanda pada abad ke-17. Setelah penyakit menyerang banyak tanaman, petani beralih ke robusta yang lebih tahan hama.
Meski produksi robustanya besar, Indonesia punya kopi arabika premium yang dikenal internasional, seperti Mandheling dari Sumatra dengan rasa kuat. Ada juga kopi luwak, yang diproses dari biji kopi setelah melewati sistem pencernaan luwak, dan masuk daftar kopi termahal di dunia.