Menteri PU Minta Uji Geoteknik di Lokasi Longsor Aceh Tengah, Delapan Rumah Terancam

Jumat, 18 September 2026 | 17:53:00 WIB

SELARAS.CO.ID — Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memerintahkan uji geoteknik di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, guna memastikan kestabilan tanah setelah longsor yang pertama kali terjadi di kawasan itu. Kajian tersebut akan menentukan apakah delapan rumah warga masih bisa dipertahankan atau harus direlokasi demi keselamatan.

Uji tersebut bertujuan mengetahui karakteristik tanah, tingkat kestabilan lereng, serta potensi pergerakan tanah susulan. Hasilnya menjadi dasar menentukan langkah penanganan terhadap delapan rumah warga di sekitar lokasi.

"Supaya yang kita kerjakan ke depan itu lebih komprehensif, saya minta dilakukan uji geoteknik dulu," kata Dody Hanggodo.

Longsor Pertama di Kawasan Itu

Menurut Dody, longsor di kawasan tersebut baru pertama kali terjadi. Karena itu, penanganannya tidak boleh bersifat sementara dan harus berdasar kajian teknis agar keselamatan warga terjamin dalam jangka panjang.

"Jadi supaya tahu kualitas tanahnya seperti apa, terus kira-kira kita bisa mengerjakan apa agar delapan rumah itu ke depan bisa terselamatkan," ujarnya.

Dody menegaskan, pemerintah perlu menentukan solusi yang sesuai kondisi lapangan agar tidak memunculkan risiko baru bagi masyarakat.

Opsi Penguatan Tanah atau Relokasi

Kementerian PU akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah menindaklanjuti hasil kajian. Dua opsi disiapkan: memperkuat tanah atau merelokasi warga.

Pilihan itu akan dipertimbangkan berdasarkan tingkat kerawanan dan aspek keselamatan delapan rumah yang terdampak.

"Kalau memang kondisinya sudah parah, kita bisa usulkan ke kepala daerah sebaiknya mereka direlokasi. Tapi kalau bisa kita perbaiki, kita akan perkuat tanahnya," kata Dody.

Pembersihan Material dan Antisipasi Susulan

Tanah longsor di Kampung Sanehen terjadi pada Minggu (13/9) sore. Bencana dipicu hujan deras tanpa henti yang mengguyur sejak siang hari.

Sebagai langkah tanggap darurat, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera I mengerahkan ekskavator untuk membersihkan material longsor. Alat berat itu masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi longsor susulan.

Delapan rumah warga hingga kini menunggu hasil kajian geoteknik sebelum pekerjaan penanganan permanen dimulai. Koordinasi dengan pemerintah daerah disebut menjadi kunci penentuan langkah berikutnya.

Terkini