KSAL Sebut Kapal Induk Garibaldi Bisa Dipakai TNI AL 15-20 Tahun Lagi

Jumat, 18 September 2026 | 14:44:00 WIB

SELARAS.CO.ID — Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali memperkirakan ITS Giuseppe Garibaldi masih layak memperkuat armada TNI AL hingga 15-20 tahun ke depan. Kapal induk produksi Fincantieri, Italia, yang bakal berganti nama KRI Sriwijaya itu usianya sudah lebih dari 40 tahun. Penilaian tersebut muncul setelah Ali meninjau langsung sejumlah ruangan dan peralatan di dalam kapal.

"Mudah-mudahan nanti bisa bertahan digunakan oleh TNI AL mungkin 15 sampai 20 tahun lagi," kata Ali saat konferensi pers di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026).

Kondisi Teknis Dinilai Masih Layak Operasi

Garibaldi merupakan kapal induk buatan Fincantieri, Italia, yang kini berusia lebih dari 40 tahun. Meski demikian, Ali menegaskan kondisi kapal masih baik dan siap memperkuat TNI AL dalam jangka waktu cukup lama.

Kapal ini direncanakan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya setelah resmi masuk jajaran armada. Peninjauan langsung ke bagian dalam kapal menjadi dasar penilaian KSAL soal kelayakan operasionalnya.

Prioritas untuk Operasi Militer Selain Perang

TNI AL memprioritaskan Garibaldi untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Ali menilai kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana alam membuat kapal induk cocok mengangkut alutsista dengan tujuan nonperang.

"Kami sangat butuh kapal atau platform yang bisa membawa banyak helikopter," ucap Ali.

Dengan panjang 180 meter dan lebar 33 meter, kapal ini jika dimaksimalkan bisa menampung hingga 14 helikopter. Kapasitas itu dinilai memadai untuk mempercepat penyaluran logistik saat penanganan bencana.

Logistik Karhutla hingga Bantuan Bencana

Ali menyebut kemampuan angkut helikopter dalam jumlah besar akan mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penyaluran bantuan ke daerah terdampak juga bisa segera terkirim tanpa terkendala keterbatasan platform.

Peran Garibaldi dalam OMSP menegaskan fungsi kapal induk tidak selalu identik dengan operasi tempur. Untuk negara kepulauan seperti Indonesia, kapal berukuran besar dinilai lebih dibutuhkan sebagai pengangkut logistik dan alutsista nonperang.

Proses alih nama dan integrasi ke jajaran TNI AL masih menunggu tahapan resmi berikutnya.

Terkini