Bio Farma Dorong Imunisasi HPV untuk Pria, Tunggu Regulasi Pemerintah

Jumat, 18 September 2026 | 12:50:00 WIB

SELARAS.CO.ID — PT Bio Farma mendorong perluasan cakupan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) agar tidak hanya menyasar perempuan, tetapi juga laki-laki. Perusahaan farmasi pelat merah itu menilai vaksinasi pria dapat menekan risiko kanker penis, kanker anus, hingga kanker orofaring. Realisasi program masih menunggu regulasi resmi pemerintah, termasuk penentuan kelompok usia sasaran.

PT Bio Farma (Persero) mengusulkan perluasan sasaran imunisasi Human Papillomavirus (HPV) ke kelompok laki-laki. Usulan disampaikan Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya di Bandung, dengan alasan infeksi HPV menimbulkan dampak kesehatan langsung pada pria, bukan sekadar menjadikan mereka pembawa virus.

Shadiq menyebut persepsi masyarakat selama ini keliru. Laki-laki kerap hanya dipandang sebagai carrier virus HPV, padahal secara klinis mereka juga bisa terjangkit penyakit akibat infeksi tersebut.

Risiko Kesehatan yang Mengintai Pria

Infeksi HPV pada pria dapat memicu kutil kelamin. Risiko lain mencakup kanker penis, kanker anus, serta kanker di area tenggorokan atau orofaring.

"Laki-laki tidak hanya bisa menjadi carrier virus HPV, tetapi juga bisa terjangkit penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut," kata Shadiq.

HPV merupakan kelompok virus yang menginfeksi kulit dan selaput lendir manusia. Virus ini ditemukan pada mulut, tenggorokan, hingga organ reproduksi, dengan daya tular tinggi melalui luka mikro pada kulit, kontak fisik langsung, aktivitas seksual, sampai penularan dari ibu ke bayi saat persalinan.

Praktik di Australia dan Malaysia Jadi Acuan

Vaksinasi HPV untuk pria bukan hal baru di dunia kesehatan. Australia dan Malaysia telah menerapkan kebijakan itu sebagai langkah preventif memperluas perlindungan masyarakat.

Bio Farma menilai edukasi publik menjadi pilar utama memperkenalkan manfaat imunisasi HPV bagi laki-laki. Pemahaman menyeluruh diharapkan membuat masyarakat memandang vaksinasi sebagai mitigasi risiko kesehatan yang bersifat universal.

Sasaran Awal Anak Usia 9-11 Tahun

Realisasi program vaksinasi HPV bagi laki-laki di Indonesia masih menunggu arahan dan regulasi resmi pemerintah. Penentuan sasaran usia penerima juga belum final.

Dalam perencanaan awal, imunisasi bagi anak laki-laki diproyeksikan menyasar kelompok usia 9 hingga 11 tahun. Angka itu sama dengan sasaran program imunisasi HPV nasional untuk perempuan yang berjalan masif sejak 2023.

Kementerian Kesehatan mencatat infeksi HPV sebagai penyebab utama kanker serviks. Penyakit itu masih menjadi salah satu tantangan terbesar dunia kesehatan di Indonesia.

Investasi Jangka Panjang Tekan Beban Kesehatan

Shadiq berharap perluasan cakupan vaksinasi menciptakan perlindungan kelompok yang lebih solid. Selain memutus rantai penularan, langkah itu dinilai sebagai investasi jangka panjang.

Manfaat yang dibidik adalah menekan angka kejadian kanker dan beban biaya kesehatan nasional akibat virus HPV. Perlindungan menyeluruh bagi perempuan maupun laki-laki dianggap sebagai benteng pertahanan kesehatan yang paling efektif bila dibangun sejak dini.

Terkini