Harga Komoditas Agro Naik, Pemerintah Dorong Hilirisasi Kopi-Kakao

Kamis, 17 September 2026 | 16:39:00 WIB

SELARAS.CO.ID — Pemerintah mendorong hilirisasi kopi, kakao, dan tembakau seiring pertumbuhan ekspor agro yang berlanjut. Langkah ini diambil untuk meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri ketimbang menjual bahan mentah.

Kementerian Pertanian menempatkan kopi, kakao, dan tembakau sebagai prioritas hilirisasi. Ketiga komoditas itu punya kontribusi besar terhadap ekspor agro nasional.

Pendorong utamanya adalah keinginan menaikkan nilai tambah. Selama ini sebagian besar produk dijual dalam bentuk bahan mentah.

Mengapa Hilirisasi Jadi Kunci

Hilirisasi membuat kopi tidak lagi hanya diekspor sebagai biji mentah. Kakao juga didorong diolah menjadi produk setengah jadi atau jadi sebelum dikirim ke pasar global.

Untuk tembakau, arah kebijakannya menyasar produk olahan bernilai tinggi. Tujuannya agar penerimaan negara dan pendapatan petani ikut terangkat.

Dampak ke Pelaku Usaha dan Petani

Petani di sentra produksi seperti Sumatera dan Sulawesi disebut akan merasakan efeknya. Harga jual di tingkat petani berpotensi lebih stabil jika ada industri pengolahan di dalam negeri.

Pelaku usaha pengolahan mendapat insentif untuk menambah kapasitas. Namun besaran insentif dan bentuknya belum dirinci dalam bahan ini.

Proyeksi dan Tantangan

Pertumbuhan ekspor agro menjadi modal awal. Tantangannya ada pada kualitas produk dan kesiapan industri pengolahan di daerah.

Pemerintah menargetkan hilirisasi berjalan bertahap. Belum ada angka target produksi atau nilai ekspor yang disebut spesifik.

Langkah ini penting karena komoditas agro selama ini jadi penyumbang devisa. Hilirisasi diharapkan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Terkini