Mentan Serahkan Bantuan Beras Bulog di Pekanbaru, 619.930 Warga Riau Jadi Penerima

Kamis, 17 September 2026 | 10:49:00 WIB

SELARAS.CO.ID — Sebanyak 619.930 warga Riau menerima bantuan pangan beras Bulog dengan total kuantum 18.578 ton untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.

Amran menyebut negara menyalurkan bantuan tahap pertama kepada 33,4 juta orang di seluruh Tanah Air. Ia menegaskan pasokan beras nasional kini berasal dari produksi dalam negeri, bukan impor.

Dari Impor ke Swasembada: Klaim Mentan

"Dulu beras bantuan ini dari negara lain, impor dari Pakistan, India, Vietnam dan Thailand. Sekarang ini beras kita, aman dan banyak," kata Amran dalam sambutannya.

Mentan menilai satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia ke posisi swasembada beras. Menurutnya, capaian itu tidak lepas dari kerja petani nasional.

"Saya ulangi ini adalah hasil petani kita untuk rakyat Indonesia, itu luar biasa," ungkapnya.

Stok Bulog 4,6 Juta Ton, Tertinggi dalam Sejarah

Amran menyatakan kesejahteraan petani kini berada di level tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Cadangan beras di Bulog per akhir tahun tercatat 4,6 juta ton.

Ia membandingkan dengan kondisi periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. "Dulu kalau bulan seperti ini hanya ada 1 juta ton, maksimal 2 juta ton. Sekarang dua kali lipat, moga-moga ke depan ada lagi," ujarnya.

Rincian Penerima Manfaat di Riau dan Pekanbaru

Direktur Utama Bulog Letjen Purnawirawan TNI Ahmad Rizal Ramdani merinci bantuan di Riau menyasar 619.930 penerima manfaat dengan kuantum 18.578 ton beras. Khusus Kota Pekanbaru, penerima mencapai 60.478 orang dengan kuantum 1.814 ton.

"Ini bantuan dari Presiden yang diserahkan kepada masyarakat desil 1 dan 4," kata Rizal.

Penyaluran mencakup periode Juli, Agustus, dan September 2026. Bulog menempatkan bantuan pangan sebagai instrumen menjaga akses beras kelompok rentan di tengah fluktuasi harga pangan.

Yang Perlu Dicermati ke Depan

Klaim swasembada dan stok 4,6 juta ton menjadi modal pemerintah melanjutkan program bantuan pangan. Namun keberlanjutan pasokan bergantung pada musim tanam berikutnya dan kapasitas serapan Bulog di daerah.

Untuk Riau, distribusi 18.578 ton beras menuntut kelancaran logistik hingga titik bagi terakhir. Pemerintah daerah belum merinci jadwal penyaluran tahap berikutnya.

Terkini