Menteri Trenggono Yakin Target 1.269 KNMP 2026 Tercapai, Pagu KKP Rp16,65 Triliun Dinilai Cukup

Rabu, 16 September 2026 | 18:42:00 WIB

SELARAS.CO.ID — Kementerian Kelautan dan Perikanan menilai sisa waktu tahun ini masih memadai untuk menuntaskan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih. Menteri Sakti Wahyu Trenggono menyebut satu unit KNMP butuh sekitar tiga bulan pengerjaan sehingga perhitungan ulang tenggat masih dimungkinkan. Pagu anggaran KKP Rp16,65 triliun yang disetujui Komisi IV DPR dinilai cukup membiayai program prioritas tersebut.

“Ya kita usahakan, kita masih punya waktu. Kita akan hitung. Satu pembangunan itu kan kira-kira sekitar butuh waktu tiga bulan,” kata Trenggono usai Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu.

Hitungan Waktu Jadi Dasar Keyakinan KKP

Menurut Trenggono, durasi pengerjaan satu KNMP sekitar tiga bulan menjadi pertimbangan utama. Dengan sisa waktu yang ada, ia menilai tidak ada hambatan berarti untuk melanjutkan pembangunan yang sudah diprogramkan tahun ini.

“Kita masih punya waktu. Harusnya enggak ada masalah,” ujarnya.

Fokus kementerian saat ini adalah menuntaskan proyek yang sudah berjalan sebelum membicarakan program berikutnya. Trenggono menegaskan program prioritas tetap dijalankan sesuai perencanaan, tetapi penyelesaian yang sedang berlangsung didahulukan.

“Pembangunan kan sekarang kita targetkan yang ada ini kita selesaikan,” katanya.

Ia menambahkan, pembahasan kebutuhan program lanjutan akan dilakukan setelah seluruh pekerjaan yang sedang berjalan rampung. “Namanya program prioritas kan pasti sudah diprogramkan. Tapi yang pasti kita selesaikan yang ada dulu,” ucap Trenggono.

Pagu Rp16,65 Triliun dan Skema Klaster KNMP

Dalam rapat yang sama, Komisi IV DPR RI menyetujui pagu anggaran KKP tahun 2027 sebesar Rp16.653.141.532.000 atau sekitar Rp16,65 triliun. Angka itu tidak berubah setelah pembahasan Panitia Kerja Belanja Pemerintah Pusat Badan Anggaran DPR RI.

Trenggono menyatakan pagu tersebut memadai untuk membiayai program Kampung Nelayan. “Cukup, cukup,” tuturnya singkat.

Sehari sebelumnya, ia memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan 1.269 KNMP pada 2026 mencapai sekitar Rp10 triliun. Besaran biaya tiap lokasi berbeda, bergantung pada tipe dan kebutuhan pembangunan masing-masing kawasan.

Untuk pembangunan tahun ini, KKP memakai model klaster yang menyambungkan KNMP hub dengan lokasi penyangga. KNMP hub berperan sebagai pusat konsolidasi dan pengolahan hasil perikanan. Adapun lokasi penyangga menjadi tempat pengumpulan hasil tangkapan sekaligus penyediaan fasilitas pendaratan dan rantai dingin awal.

65 KNMP Tahap Pertama Sudah Beroperasi

KKP telah merampungkan pembangunan 65 KNMP tahap pertama pada akhir April 2026. Selama masa uji coba operasional hingga 14 Agustus 2026, puluhan KNMP itu mencatat pengiriman 273,6 ton hasil perikanan senilai Rp11,10 miliar ke sejumlah tujuan.

Pengembangan KNMP ditargetkan menjangkau 5.000 lokasi di seluruh Indonesia hingga 2029. Program ini diposisikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir, dengan penekanan pada penyerapan hasil tangkapan dan penguatan rantai pasok perikanan di daerah.

Trenggono belum merinci lokasi mana saja yang akan dibangun tahun ini maupun skema pembagian antara hub dan penyangga. Ia memastikan pembahasan kebutuhan program berikutnya baru akan dilakukan setelah proyek yang sedang berjalan diselesaikan.

Terkini