JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat meminta jajaran pemerintah daerah untuk segera melakukan transformasi dalam pengelolaan lingkungan agar menjadi solusi sekaligus penopang ekonomi berkelanjutan.
Dalam keterangan yang dikonfirmasi langsung dari Jakarta pada Senin, Menteri Jumhur menekankan pentingnya terobosan inovasi terkait tata kelola sampah, pemotongan emisi, hingga optimalisasi potensi ekonomi karbon di hadapan jajaran kepala daerah wilayah Jawa Barat.
"Gas metan dari tumpukan sampah sangat berbahaya, namun jika dikelola dengan baik, gas metan bisa ditangkap, diubah menjadi energi, dan menghasilkan unit karbon yang bernilai ekonomi. Melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRUK), pengurangan emisi tersebut dapat dicatat dan dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan pengelolaan lingkungan di daerah," ujar Jumhur.
Pada forum yang diselenggarakan Sabtu (11/7) tersebut, dirinya mengulas potensi dari aneka kegiatan lingkungan, seperti pengolahan sampah menjadi sumber energi, aksi penanaman pohon, sampai restorasi mangrove yang mampu menghasilkan reduksi emisi bernilai ekonomis lewat skema perdagangan karbon.
Bukan sekadar memacu aspek inovasi lingkungan, Menteri Jumhur juga menggarisbawahi komitmen kuat pemerintah pusat untuk semakin memperketat tindakan penegakan hukum bagi para pelanggar aturan lingkungan demi menjaga kualitas ekosistem.
"Kami tidak akan segan menindak tegas pelanggaran lingkungan. Kepatuhan terhadap aturan harus menjadi komitmen bersama," tuturnya.
Dalam kesempatan diskusi tersebut, jajaran perwakilan pemerintah daerah ikut memaparkan bermacam terobosan baru serta hambatan nyata dalam mengelola lingkungan di area kepemimpinan mereka masing-masing.
Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, menjabarkan jalannya program penanganan sampah berbasis komunitas warga yang kini sudah berjalan pada kisaran 200 desa dengan menerapkan skema pemberian hadiah bagi masyarakat yang mau memilah sampah.
Melalui program stimulus tersebut, warga sekitar bakal memperoleh poin khusus dari aksi pemilahan jenis sampah yang nantinya dapat ditukarkan dengan beragam bahan kebutuhan pokok sehari-hari.
Pihak Pemerintah Kabupaten Kuningan saat ini juga tengah menggodok rencana strategis penangkapan gas metana dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) guna dialokasikan menjadi pasokan energi masyarakat sekitar.
Pada sisi lain, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menerangkan rencana pembangunan dua lokasi TPA anyar demi memfasilitasi kebutuhan pengelolaan sampah massal bagi warga setempat.
Di samping itu, jajaran Pemerintah Kabupaten Garut turut menggalakkan perluasan program perhutanan sosial yang bertumpu pada budidaya tanaman kopi sebagai langkah proteksi konservasi lahan sekaligus pemantik nilai ekonomi warga.