7 Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Merusak Rasa Percaya Diri Pada Anak

Rabu, 19 Agustus 2026 | 05:53:02 WIB
Ilustrasi mengasuh Anak.

Terlalu protektif

Peran orang tua adalah sebagai pemandu, bukan sekadar benteng pelindung. Biarkan anak merasakan dinamika dan kesulitan hidup, meskipun kadang hal itu terasa mengkhawatirkan.

Berikan mereka ruang untuk memecahkan masalahnya sendiri agar karakter anak tumbuh menjadi lebih percaya diri.

Mengharapkan kesempurnaan

Memiliki ekspektasi pada anak adalah hal yang lumrah, namun menuntut terlalu banyak tentu ada dampaknya. Saat anak merasa standar yang ditetapkan terlalu tinggi, mereka bisa jadi enggan berusaha atau merasa usahanya tak akan pernah cukup.

Sebagai gantinya, tetapkan target jangka panjang yang masuk akal dan selalu berikan apresiasi atas setiap pencapaian kecil yang mereka raih.

Sebagai contoh, menempuh pendidikan tinggi adalah target jangka panjang. Maka, bantu mereka menyusun langkah-langkah kecil untuk mencapainya, seperti rajin membaca, menyelesaikan tugas sekolah, dan meraih nilai yang baik.

Menghukum, bukan mendisiplinkan

Anak-anak memang harus paham bahwa setiap tindakan membawa konsekuensi. Meski begitu, terdapat batas yang jelas antara menerapkan disiplin dan memberikan hukuman.

Penerapan disiplin akan membangun keyakinan anak bahwa mereka sanggup mengambil keputusan yang lebih bijak di masa depan. Sebaliknya, hukuman justru membuat mereka merasa tidak cukup mampu untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Halaman :

Tags

Terkini